Kecerdasan artifisial (AI) sudah hadir di keseharian kita. Wujudnya pun bervariasi, mulai dari rekomendasi konten TikTok, chatbot layanan pelanggan bank, hingga penilaian kredit pinjol. Namun demikian, sebagian besar penggunanya belum memahami risiko dan implikasi etisnya. Kursus ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji isu-isu etika AI yang paling relevan bagi masyarakat Indonesia: bias algoritma, privasi data, disinformasi berbasis AI, dan tata kelola teknologi. Setiap topik dibahas bukan dari sudut teknis semata, melainkan melalui lensa budaya, sosial, dan konteks lokal Indonesia. Pembahasannya mulai dari ekosistem media sosial kita, regulasi UU PDP dan Kominfo, hingga tantangan literasi digital di masyarakat yang beragam.
Lebih dari sekadar mengenal risiko, kursus ini membekali peserta dengan cara berpikir kritis dan panduan praktis untuk menjadi pengguna AI yang bertanggung jawab. Peserta akan diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai lokal seperti Pancasila dan semangat gotong royong dapat menjadi bingkai etika yang relevan di era digital. Di akhir kursus, peserta diharapkan mampu mengenali bias dan disinformasi berbasis AI, memahami hak-hak digitalnya, serta ikut berperan aktif dalam membentuk ekosistem AI Indonesia yang lebih adil dan inklusif.